Forgott Password

October 6, 2011

well setelah skian lama br post lagi gw ngalamin lost password saking terlalu banyak pikiran n banyak account-account jadi pusing ma pass acc A B C D dstnya haaha baru reset password again n im ready to bring new tittle…

Advertisements

Art & Craft Movement

March 29, 2008

Art & Craft Movement

 

 

Gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya keindahan individual.

Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.

Klasifikasi

Secara garis besar, art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu:

 

  1. Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis
  2. Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan Art Nouveau

Contoh Karya

  • Cover majalah studio 1888 – tidak dikenal
  • Cover majalah “Craftsman” – Gustav Sticley
  • Halaman buku “Morte’d Arthur” – Aubrey Breadsley

Contoh Seniman

  • William Morris
  • Owen Jones
  • Gustav Sticley
  • Aubrey Breadsley
  • Arthur Mc. Murdo
  • Adolf Loos
  • Michael Tonet

Adalah pergerakan revormis yang terpengaruh Inggris dan arsitektur Amerika, seni dekoratif, pembuatan lemari, kriya, dan bahkan “cottage” desain taman dari William Robinson atau Gertrude Jekyll. Lebih dikenal dengan praktisi adalah William Morris, Charles Robert Ashbee, dkk. Dan artis-artis lain di dalam pergerakan pra-Raphaelit.

Di Amerika, istilah Kriya Amerika atau Gaya Kriya sering digunakan untuk menyumbangkan gaya dari arsitektur, interior desain, dan seni dekorasi yang berlaku antara era dominant dari Art Nouveau dan Art Deco, atau period kasar dari 1910 sampai 1925.

Originalitas dan Kunci Pokok

 

Pergerakan seni dan kriya dimulai sebagai pencarian untuk gaya otentik dan berarti dari abad 19 dan sebagai reaksi kepada kebangkitan elektik dari gaya sejarah dari era Victorian dan “soulness” produksi mesin yang dibantu oleh revolusi industri. Mempertimbangkan mesin menjadi akar sebab dari semua repitisi, beberapa dari protagonist dari pergerakan ini seluruhnya berubah dari pemakaian mesin dan kerajinan tangan, yang cenderung lebih konsentrasi ke produksi tangan mereka.

Sementara pergerakan seni dan kriya dalam bagian besar dari reaksi ke industrialisasi, jika melihat keseluruhannya, ini antara anti industrial ataupun anti modern. Beberapa dari golongan Eropa percaya bahwa mesin faktanya sangat diperlukan, tapi mereka harusnya hanya bisa digunakan untuk memulihkan rasa bosan dari keduniawian, pekerjaan yang berulang-ulang. Pada waktu yang sama, beberapa pelopor seni dan kriya merasa bahwa objek juga harus bisa memberi penghasilan. Konflik antara kualitas produksi dan desain ‘demo’, dan percobaan untuk memperbaiki keduanya, perdebatan mengenai desain yang mendominasi pada akhir abad 20an.

Yang mencari perjanjian antara efisiensi dari mesin dan kemampuan dari pengrajin bisa menguasai mesin untuk melakukan pekerjaannya, dalam perlawanan yang banyak orang percaya menjadi kenyataan sewaktu era industrial sebagai contoh, manusia telah menjadi budak dari industrial mesin.

Walaupun personalitas spontanius dari desainer menjadi lebih terpusat dibanding “gaya” historikal dari desain, tendensi tertentu telah berdiri: pengaruh reformis neo-gothik, kasar dan permukaan seperti “pergubukan”, pengulangan desain, vertical dan bentuk yang diperpanjang. Untuk mengekspresikan kecantikan yang melekat dalam kriya, beberapa produk dengan hati-hati dibiarkan terlihat aga tidak terselesaikan, menghasilkan beberapa efek kasar dan berdegap. Ada juga beberapa sosialis yang agak melunak pada pergerakan ini, dalam tujuan utama lainnya adalah para pengrajin untuk mengambil kepuasan dari apa yang telah mereka hasilkan. Kepuasan ini, dirasakan gerakan dari pendukung ini, benar-benar ditolak total dari proses industri yang melekat dalam produksi mesin.

Faktanya, pendukung dari gerakan seni dan kriya melawan filosofi dari divisi buruh, dimana dalam beberapa kasus bisa menjadi independent dar i kehadiran atau absensi dari mesin. Mereka adalah ide dari para pengrajin, menciptakan semua bagian dari item furnitur, untuk singkatnya, dan juga mengambil bagian dari perkumpulan dan penghabisan, dengan beberapa kemungkinan yang dibantu oleh para pemagang. Ini terjadi dalam kontr as untuk lingkungan pekerja seperti French Manufactories, dimana semua diorientasikan terhadap kemungkinan produksi tercepat. Gerakan seni dan kriya mencoba untuk menyatukan kembali apa yang telah direngut dengan hancur remuk dalam pekerjaan manusia secara alami, mempunyai kerja desainer dengan tangannya pada setiap langkah kreasi. Beberapa dari gerakan rasul terkenal, seperti Morris, adalah lebih dari harapan untuk mendesain suatu produk untuk produksi mesin, dimana ini tidak terlibat dalam divisi yang susah dari pekerja dan kehilangan talenta dalam kerajinan, dimana mereka mence la. Morris mendesain beberapa karpet untuk diproduksi oleh mesin.

Sejarah dari Pergerakan

Red House, Bexleyheath, London (1859), oleh arsitek Philip Webb untuk Morris, adalah eksemplar kerja dari pergerakan ini dalam langkah awalnya. Ada unsur kesengajaan saat mengekspresikan permukaan tekstur dari material biasa, seperti batu dan marmer, dengan asimetrik dan komposisi bangunan aneh. Kemudian Morris membentuk Kelmscott Press dan juga mempunyai took dimana ia mendesain dan menjual produk seperti wallpaper, tekstil, furnitur, dll. Ide Morris muncul dari pemikiran bahwa telah menginformasikan pre-Rafaelitisme, terutama mengikuti publikasi dari buku Ruskin. Buku dari The Stones of Venice dan Unto This Last, keduanya mencoba untuk menghubungkan kesehatan moral dan social dari bangsa kepada kualitas dari arsitektur dan desain. Menurunnya kerajinan pedesaan, mencocol kebangkitan dari social industrialisai, adalah penyebab untuk kekhawatiran untuk banyak desainer dan reforma social, yang takut kekurangan kemampuan dan kreatifitas tradisionalnya. Bagi Ruskin, bangsa yang sehat tergantung dari kemampuan dan pekerja kreatif. Morris dan desainer social lainnya seperti Crane dan Ashbee melihat kedepan untuk masa depan masyarakat tentang kebebasan para pengrajin. Gerakan estetik, yang muncul pada period yang sama, dimasukkan kedalam ide ini. Pada 1881 Home Arts and Industries Association telah disiapkan oleh Eglantyne Louisa Jebb dalam kolaborasi dengan Mary Fraser Tytler (kemudian diganti namanya menjadi Marry Watts) dan lainnya untuk mempromosikan dan melindungi kerajinan pedesaan. Grup dari reformis arsitek, pengikut dari Arthur Mackmurdo, yang kemudian mendirikan Art Workers Guild untuk mempromosikan visi mereka dari integrasi desain dan pembuatan. Crane terpilih sebagai presidennya.

Di Amerika pada akhir 1890an, arsitek, desainer, dan pengajar Boston yang paling berpengaruh memutuskan untuk membawa kepada Amerika reformasi desain y ang dimulai di Inggris oleh William Morris. Pertemuan pertama diadakan pada 4 Januari1987 di Museum of Fine Arts (MFA) untuk mengatur ekshibisi dari kerajinan kontemporer.

Eksibisi seni dan kriya Amerika pertama dibuka pada tanggal 5 April 1897 di Copley Hall, menampilkan lebih dari 1000 objek yang dibuat oleh 160 pengrajin, separuh darinya adalah wanita. Beberapa dari pendukung eksibisi adalah para arsitek, reforma social dan desainer grafik.

Kesuksesan besar dari eksibisi ini memimpimpin perkumpulan seni dan kriya, pada 28 Juni 1897, dengan mandate untuk “mengembangkan dan mendukung standar yang lebih tinggi dalam kerajinan tangan.” 21 penemu tertarik lebih dari penjualan, dan berfokus pada hubungan desaine dengan dunia komersial, mendukung para artis untuk kerja dengan menghasilkan kualitas tertinggi dari desain-desainnya.

Pengaruh Pada Seni Masa Kini

Perhelatan besar-besaran di Eropa, gerakan seni dan kriya kualitas dari kesederhanaanya dan kejujuran dari materi-materi bersejarah menginspirasi para desainer seperti Henry van de Velde dan gerakan seperti Art Nouveau, para Belanda De Stijl, Vienna Secession, dan akhirnya Bauhaus. Pergerakan bisa di akses sebagai intro ke modernisme, dimana bentuk asli, dari asosiasi sejarah, bisa sekali lagi diterapkan ke produksi industrial.

Di Rusia, Viktor Hartmann, Viktor Vasnetsov, dan artis lainnya bergabung dengan Abramtsevo Colony mencoba untuk bangkit dari spirit dan kualitas dari seni dekoratif Rusia pada abad pertengahan dalam pergerakan independent dari Inggris Raya.

The Wiener Werkstätte, ditemukan pada tahun 1903 oleh Josef Hoffmann dan Koloman Moser, mempunyai peran independent dalam perkembangan moderenisme dengan gaya Wiener Werkstätte.

Kebangkitan dari Desain dan Kerajinan Tangan

Dekoratif artis dan pengrajin hingga kini mempunyai kesempatan kecil untuk menampilkan hasil karya mereka di depan public karena seni lebih banyak dilihat daripada dibicarakan.

Dalam kondisi seperti ini dalam menghormati suatu karya seni tanpa suatu penjelasan sejak hal tersebut tidak bisa ditolak bahwa system moderen industrial daripada elemen pribadi yang sangat penting untuk semua bentuk seni, telah dipercaya lebih jauh sampai produksi yang disebut dengan objek ornamental dan penyedia dari tambahan ornamental secara umum, selain sebagai pertumbuhan organic, kebutuhan telah menjadi suatu aplikasi yang salah dari mesin yang secara murni bertujuan untuk komersial.

Pada akhir tahun, kebangkitan telah menjadi protes melawan keyakinan bahwa dengan semua mesin kita yang moderen, nyaman, dan mahal, hidup semakin bertambah buruk Kita tidak bisa mengkonsentrasikan perhatian kita dari gambar dan seni grafis dan menghormatinya sebagai satu bentuk yang harus dikejar tanpa kehilangan rasa dari membangun dan kekuatan dari adaptasi dalam desain pada semua material dan tujuan.

Pergerakan, bagaimanapun, menuju kearah kebangkitan dari desain dan kerajinan tangan, usaha untuk bersatu atau kembali bersatu, para artis dan pengrajin oleh kondisi industrial dari abad kami telah bertumbuh dan mempersatukan kekuatan dari masa lalu.

Ini merefleksikan seni dari kemajuan intelektual dari kebutuhan filosofi fundamental dan ekspresi praktikal dari kondisi filosofi. Ini benar bahwa banyak sisi perbedaan dan manifestasi dan dibawah banyak pengaruh dan paks
aan dari tujuan berbeda.Kemajuan ini merepresentasikan beberapa arti dari revolusi melawan mesin konvensional yang keras dan insensibilitasnya terhadap keindahan. Ini adalah protes melawan apa yang disebut dengan kemajuan indsutri dimana menghasilkan peralatan-peralatan yang kurang bermutu.

 

 

 

Arsitektur art deco

March 16, 2008

Jika Prof. Ir. Charles Proper Wolff Schoemaker dan Albert Frederik Aalbers tidak menginjakkan kakinya di Indonesia, mungkin kita tidak akan mengenal arsitektur Art Deco. Art Deco merupakan salah satu langgam yang sangat luas penerapannya, berbagai macam contoh dapat kita jumpai, dalam arsitektur, pakaian, poster dan peralatan rumah tangga serta masih banyak lagi contoh lain. Mekipun tersedia beragam benda yang memakai langgam Art Deco, namun tidaklah mudah mendefiniskan bagaimana langgam Art Deco tersebut.Karena banyaknya negara yang menerapkan langgam ini membuat Art Deco berkembang dengan pesat, hal ini tidak memudahkan pendefinisian langgam yang bangkit populer kembali pada tahun 60-an. Setiap negara yang menerima langgam Art Deco mengembangkannya sendiri, memberikan sentuhan lokal sehingga Art Deco di suatu tempat akan berbeda dengan Art Deco di tempat lain. Tetapi secara umum mereka mempunyai semangat yang sama yaitu menggunakan ornamen-ornamen tradisional atau historikal, sehingga langgam Art Deco merupakan langgam yang punya muatan lokal.

Meskipun pada awalnya Art Deco merupakan gaya yang mengutamakan hiasan-hiasan tradisional setempat, tetapi ia terbuka terhadap sesuatu yang baru, keterbukaan ini tercermin dalam pemakaian material yang baru dan dengan teknik yang baru, tak jarang pula mereka melakukan penggabungan material, sehingga hasil karya mereka hampir selalu inovatif dan eksperimentatif.

Perkembangan Art Deco tidak lepas dari pengaruh situasi dan kondisi jamannya, pada saat itu di Eropa sedang berlangsung revolusi industri, masyarakat terpesona oleh adanya penemuan-penemuan dan teknologi yang maju dengan pesat. Karakter-karakter teknologi yang menggambarkan kecepatan diejawantahkan ke dalam desain dalam bentuk garis-garis lengkung dan zig-zag.

Arsitektur Art Deco
Arsitektur Art Deco selain menerima ornamen-ornamen historis, langgam ini juga menerima pengaruh aliran arsitektur yang sedang berkembang saat itu. Gerakan arsitektur modern yang sedang berkembang pada saat itu bauhaus, De Stijl, Dutch Expressionism, International Style, Rationalism, Scandinavian Romanticism dan Neoclassicism, Arts and Crafts Movement, Art Nouveau, Jugendstil dan Viennese Secession. Mereka ikut mempengaruhi bentukan-bentukan arsitektur Art Deco serta memberikan sentuhan-sentuhan modern. Modern pada saat itu diartikan dengan “berani tampil beda dan baru, tampil lebih menarik dari yang lain dan tidak kuno” kesemuanya itu dimanifestasikan dengan pemilihan warna yang mencolok, proporsi yang tidak biasa, material yang baru dan dekorasi.

Menentukan Gaya Suatu Bangunan
Menentukan gaya sebuah bangunan tidaklah mudah, kita tidak bisa hanya berpedoman pada tahun berdirinya bangunan, lantas kita akan tahu gaya bangunan tersebut. Art Deco mengalami kejayaan pada tahun 1920-1930 tapi bukanlah jaminan apabila bangunan yang dirancang pada tahun 1920-1930 lantas bisa dinamai arsitektur Art Deco, bangunan yang berbentuk kubus menggunakan struktur beton dan tanpa dekorasi sering diklasifikasikan sebagai arsitektur Art Deco karena bentuknya yang geometris, tetapi karena tidak ada dekorasi sama sekali, maka bangunan itu lebih layak untuk tidak digolongkan sebagai arsitektur Art Deco, setidaknya dalam pandangan para purist.

Seni Art Deco termasuk dalam seni terapan, pada arsitektur langgam ini tidak menyuguhkan sesuatu sistem atau solusi yang baru, langgam Art Deco berbicara tentang permukaan dan bentuk. Arsitektur Art Deco merupakan arsitektur ornamen, geometri, energi, retrospeksi, optimisme, warna, tekstur, cahaya dan simbolisme.

Asal Mula Kata Art Deco
Kata Art Deco termasuk terminologi yang baru pada saat itu, diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam sebuah katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Decoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema “Les Années 25”. Pameran itu bertujuan meninjau kembali pameran internasional “l’Expositioan Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes” yang diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Sejak saat itu nama Art Deco dipakai untuk menamai seni yang saat itu sedang populer dan modern. Munculnya terminologi itu pada beberapa artikel semakin membuat nama Art Deco eksis. Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku “Art Deco” karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969.

Art Deco di Indonesia
Pengaruh Art Deco di Indonesia dibawa oleh arsitek-arsitek Belanda, salah satu diantara mereka adalah C.P. Wolff Schoemaker dan A.F. Aalbers. Hotel Preanger Bandung rancangan Schoemaker merupakan arsitektur berlanggam Art Deco dengan ciri khasnya elemen dekoratif geometris pada dinding eksteriornya. Selanjutnya perkembangan arsitektur Art Deco di Indonesia tampil lebih sederhana, mereka lebih mengutamakan pola garis-garis lengkung dan bentuk silinder, contoh konkret dari konsep ini adalah Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP), juga rancangan Schoemaker. Kesederhanaan bentuk belumlah mewakili semua konsep arsitektur Art Deco ini karena kedinamisan ruang interior dapat dilihat dalam lay out bangunannya.

Arsitektur memang menggambarkan kehidupan jaman itu. Pengaruh aliran De Stijl dari Belanda yang menyuguhkan konsep arsitektural “kembali ke bentuk yang sederhana” dan pengkomposisian bentuk-bentuk sederhana menghasilkan pencahayaan dan bayangan yang menarik Aliran ini pula yang banyak mempengaruhi penganut arsitektur Art Deco di Indonesia

Perkembangan Art Deco akhir di Indonesia mengacu pada kedinamisan dan bentuk plastis yang kelenturan fasadenya merupakan pengejawantahan dari kemoderenan teknologi arsitektural. Contoh fasade yang dinamis salah satunya adalah fasade hotel Savoy Homann Bandung yang dirancang oleh A.F. Aalbers.

Lengkungan yang ditampilkan itu merupakan ekspresi gerak, teknologi modern dan rasa optimisme. Orang-orang sering menjuluki lengkungan itu dengan “Ocean Liner Style” hal ini mengacu pada bentuk kapal pesiar yang pada saat itu merupakan karya manusia yang patut dibanggakan, jadi bentukan kapal, bentuk lengkung dijadikan sebagai ekspresi kemoderenan.

Di Indonesia tentunya banyak bangunan berlanggam Art Deco yang masih harus dicari dan diteliti. Arsitektur ini merupakan salah kekayaan Arsitektur Indonesia.

Bandung, kota art deco

March 16, 2008

Pembangunan Kota Bandung yang cepat dan intensif awal abad ke-20 terjadi karena Otonomi Pemerintahan Kota tahun 1906 dan rencana Pemerintah Hindia Belanda menjadikan Kota Bandung sebagai ibu kota serta pusat komando militer.

Untuk maksud tersebut pemerintah memindahkan Departemen Peperangan (Departement van Oorlog) dari Weltevreeden (Jakarta Pusat) ke Bandung dengan membangun Pusat Komando Militer yang oleh masyarakat Sunda disebut Gedong Sabau, karya VL Slors tahun 1913.

Dalam kompleks baru ini dibangun pula Istana Panglima Pasukan yang kini menjadi Markas Kodam III Siliwangi, karya bersama kakak beradik Richard Schoemaker dan Wolff Schoemaker tahun 1918. Rencana pemindahan ibu kota juga didukung pemindahan kantor pusat Jawatan Kereta Api ke Bandung, di bekas gedung Grand National Hotel, Jalan Perintis Kemerdekaan, pada tahun 1916.

Untuk memindahkan departemen dan instansi pemerintah dari Batavia, disediakan tanah seluas 27.000 meter persegi untuk lokasi Gedung Sate dengan arsitek Gerber tahun 1920-1924. Sedangkan untuk menampung karyawan juga direncanakan dibangun sekitar 1.500 rumah.

Dalam rangka mengantisipasi kehidupan kota yang terus meningkat dan perluasan kota yang terus berkembang, pemerintah kota pada tahun 1930 menugaskan kepada Prof Ir Karsten membuat rencana pembangunan dan perluasan kota yang kemudian dikenal sebagai “Karsten Plan”.

Rencana tersebut dituangkan dalam konsep tata ruang kota dengan halte kereta api, pasar, kawasan industri, dan sarana lain, memperlihatkan keseimbangan antara pembangunan kawasan timur dan kawasan barat kota. Sedangkan kawasan utara kota direncanakan untuk perluasan perumahan masyarakat Eropa.

Dengan iklim Bandung yang nyaman seperti di daerah Perancis selatan serta rencana serta pelaksanaan pembangunan kota yang sangat sempurna dan modern, jumlah masyarakat Eropa yang ingin hidup di Bandung tahun 1941 mencapai 30.000 orang.

Pengaruh arsitektur modern

Awal arsitektur modern Kota Bandung banyak yang menampilkan perpaduan antara budaya Timur dan Barat yang oleh sejarawan disebut sebagai arsitektur Indo-Eropa.

Perpaduan tersebut juga terlihat pada karya kelompok arsitek Hindia Belanda NIAK (Nederlands Indie Arsitectuur Krink), seperti Maclaine Pont, CP Wolff Schoemaker, FJL Gheijsels, dan sebagainya.

Arsitektur modern sebelum Perang Dunia I dimulai dengan adanya pengaruh Art Nouveau yang banyak menampilkan keindahan plastisitas alam, dilanjutkan dengan pengaruh Art Deco yang lebih mengekspresikan kekaguman manusia terhadap kemajuan teknologi. Konsep tersebut kemudian dimanifestasikan ke dalam media arsitektur dan seni, serta gaya hidup. Dari hasil penelitian sejarah perkembangan arsitektur modern tersebut, Kota Bandung memperlihatkan kualitas dan kuantitas peninggalan arsitektur modern paling kaya dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Indonesia.

Arsitektur Art Deco yang berkembang antara dua Perang Dunia memiliki ciri elemen dekoratif geometris yang tegas dan keras, sejalan dengan karya kelompok arsitek Amsterdam School dari Belanda. Karya Wolf Schoemaker yang memiliki pola dekoratif di antaranya adalah Hotel Preanger dengan pola dekoratif yang sering disebut sebagai Geometric Deco.

Dalam dasawarsa keempat, Kota Bandung juga masih banyak meninggalkan karya arsitektur yang semakin modern dan sangat unik. Gaya pertama adalah bangunan berbentuk kubistis dan plastis serta elemen dekoratif garis lurus yang tumbuh dari struktur horizontal dan vertikal beton yang dikenal sebagai Straightline Deco.

Dua karya Brinkman yang memperlihatkan konsep desain serupa adalah Singer Building di Jalan Asia Afrika yang telah dibongkar tahun 1992 dan Vila Han En Khan yang sekarang digunakan oleh kantor Psikologi Angkatan Darat di Jalan Sangkuriang.

Tiga Vila dan Vila Tiga Warna di Jalan H Juanda, serta Hotel Homann karya AF Aalbers tahun 1930-an adalah gaya bangunan yang semakin plastis dan sederhana (minimalis). Sharp Building dan Rumah Potong Hewan di Jalan Arjuna serta Rumentang Siang di Jalan Baranang Siang juga menampilkan gaya akhir modern yang unik.

Bangunan tersebut kini dalam situasi mengkhawatirkan karena ada yang sudah dijual kepada pengembang dan akan dijadikan mal. Masih sangat banyak bangunan dan lingkungan yang diperkirakan menjadi bahan lirikan pengembang, yaitu gudang kereta api, bekas Pabrik Gas Negara, dan sebagainya.

Menghilangnya bangunan bersejarah

Saat ini masih terdapat berbagai pihak yang kurang memperhatikan aset sejarah budaya dan terus membongkar berbagai bangunan bersejarah di Kota Bandung. Pembongkaran terjadi akibat keinginan menggebu pengembang membangun mal, supermal, supermarket, dan factory outlet, yang juga merupakan salah satu faktor penyebab semakin buruknya tata ruang kota dan menurunnya citra sejarah Kota Bandung.

Hampir seluruh gedung bioskop gaya Art Deco yang sangat unik di Bandung telah musnah, berubah menjadi ruko atau pusat perbelanjaan yang kurang bermutu sehingga menurunkan citra keindahan Kota Bandung. Beberapa contoh yang telah hilang di antaranya adalah Bioskop Oriental yang telah dibongkar tahun 1960-an dan gedung Bioskop Elita yang telah hilang pula pada tahun 1970-an. Begitu pula Preanger Theater, Braga Sky, dan sebagainya, juga sudah tidak tampak lagi. Padahal, seluruh bioskop tadi menjadi lambang keikutsertaan Indonesia dalam percaturan teknik perfilman dunia.

Pembongkaran tanpa izin bangunan bersejarah yang dilakukan pengembang akhir-akhir ini, seperti rumah keluarga Wiranata Kusuma dengan gaya Straightline Deco dan rumah milik Departemen Sosial di Jalan Ciumbuluit yang merupakan satu-satunya contoh Nautical-Deco (Art Deco Kapal) sisa-sisa sejarah pembangunan kawasan Bandung Utara, memperlihatkan contoh rendahnya pengetahuan budaya dan etika pengembang.

Contoh-contoh tersebut merupakan sebagian kecil dari sekian banyak aset sejarah kota yang menjadi bagian dari proses menghilangnya jejak sejarah Bandung. Menghilangnya kekayaan Art Deco di Bandung juga merupakan sebagian dari proses hilangnya benang merah yang menghubungkan sejarah pembangunan budaya masa lalu, masa kini, dengan masa depan yang bermanfaat dan menjadi kebanggaan generasi penerus. Menghilangnya begitu banyak bangunan bersejarah tersebut akan menghilangkan pula akar gaya minimalis yang sedang menjadi tren desain masa kini.

Kesimpulan

Bandung adalah benar-benar kota laboratorium arsitektur yang mulai memerlukan perhatian semua pihak agar citra sejarah pembangunan tetap tampil dengan baik.

Bangunan militer lama masih banyak yang terawat dengan baik, sangat memberi harapan bagi masa depan konservasi arsitektur kota. Revitalisasi yang terencana dengan baik, perlu bagi masa depan citra kota.

Citra Bandung sebagai kota Art Deco perlu dibanggakan dan dipertahankan semua pihak karena dunia banyak mengetahui dan tertarik untuk datang serta melihatnya.

Selain itu, aset negara adalah milik bangsa, menjual-belikan seharusnya tidak dibenarkan. Generasi muda membutuhkan lebih banyak sarana belajar, perpustakaan, pusat mengembangkan kreativitas, inovasi teknologi dan budaya yang lebih baik serta lebih banyak, bukan hanya perlu mal dan ruko. Para pengembang perlu lebih sadar tentang hal ini.

Dibyo Hartono
Kepala Bidang Arsitek dan Lingkungan Bandung Heritage, Dosen di Institut Teknologi Bandung

Art Deco

March 16, 2008

Art Deco adalah sebuah gerakan desain yang populer dari 1920 hingga 1939, yang mempengaruhi seni dekoratif seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual seperti misalnya fesyen, lukisan, seni grafis, dan film. Gerakan ini, dalam pengertian tertentu, adalah gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, termasuk Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme. Popularitasnya memuncak pada 1920-an. Meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar atau maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern.

Setelah Eksposisi Dunia 1900, berbagai seniman Perancis membentuk sebuah kolektif resmi, La Société des artistes décorateurs. Para pendirinya antara lain adalah Hector Guimard, Eugène Grasset, Raoul Lachenal, Paul Follot, Maurice Dufrene dan Emile Decour. Para seniman ini sangat mempengaruhi prinsip-prinsip Art Deco pada umumnya. Maksud perhimpunan ini adalah memperlihatkan tempat terkemuka dan evolusi seni dekoratif Perancis secara internasional. Wajarlah bila mereka mengorganisir Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes (Eksposisi Internasional untuk Seni Industri dan Dekoratif Modern) pada 1925, yang menampilkan seni dan kepentingan bisnis Perancis.

Gerakan awal ini disebut Style Moderne. Istilah Art Deco diambil dari Eksposisi 1925, meskipun baru pada 1960-an istilah ini diciptakan, ketika terjadi kebangkitan kembali Art Deco.

secara umum dianggap sebagai suatu bentuk eklektik dari keanggunan dan gaya modernisme, yang dipengaruhi berbagai sumber. Diantaranya adalah seni tradisional Afrika, Mesir, atau Aztek Meksiko, dan juga Abad Mesin atau teknologi Streamline seperti penerbangan moderen, Penerangan listrik, radio, dan bangunan pencakar langit. Pengaruh desain ini terlihat pada fractionated, crystalline, bentuk facet dari dekorasi Kubisme dan Futurism, dalam wadah Fauvisme. Tema populer lain dalam Art Deco adalah bentuk-bentuk bersifat trapezoid, zigzag, geometri, dan bentuk puzzle, yang banyak terlihat pada karya mula-mula. Sejalan dengan pengaruh-pengaruh ini,Art Deco dikarakterkan dengan penggunaan bahan-bahan seperti aluminum, stainless steel,lacquer , inlaid wood, kulit hiu (shagreen), dan kulit zebra. Penggunaan berani dari bentuk bertingkat, sapuan kurva (unlike the sinuous, natural curves of the Art Nouveau), pola-pola chevron , dan motif pancaran matahari adalah tipikal dari Art Deco. Beberapa dari motif ini sering muncul pada saat ini— contohnya, motif pancaran matahari dalam berbagai konteks seperti sepatu wanita, radiator grilles, auditorium dari Radio City Music Hall, dan puncak dari Gedung Chrysler.

 

 

 

 

 

 

Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang, misalnya eksterior, interior, mebel, patung, poster, pakaian, perhiasan dan lain-lain. Dalam perjalanannya Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain kuno misalnya dari Mesir, Siria dan Persia. Seniman Art Deco banyak bereksperimen dengan memakai teknik baru dan material baru, misalnya metal, kaca, bakelit serta plastik dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru saat itu, lampu misalnya, karya-karya mereka memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka, tetapi mereka kadang masih menggunakan motif-motif tumbuhan dan figur, tetapi motif-motif tersebut cenderung mempunyai bentuk yang geometris. Komposisi elemen-elemennya mayoritas dalam format yang sederhana.

Asal usul Nama Art Deco
Ungkapan Art Deco diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Décoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema „Les Années 25“ yang bertujuan untuk meninjau kembali pameran internasional „Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes“ yang diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Sejak saat itu nama Art Deco menjadi dikenal dan semakin populer dengan munculnya beberapa artikel dalam media cetak. Pada tanggal 2 November 1966 artikel yang berjudul „Art Deco“ dimuat di The Times, setahun kemudian artikel „Les Arts Déco“ dari Van Dongen, Chanel dan André Groult furniture dimuat dalam majalah Elle. Ungkapan Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku „Art Deco“ karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969. Jadi sebelum tahun 1966, masyarakat belum mengenal nama Art Deco dan menamai seni yang populer di antara kedua perang dunia itu sebagai seni modern.

Latar Belakang Munculnya Art Deco
Revolusi Industri
Pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, adalah kurun waktu di saat masyarakat dunia diliputi oleh berbagai macam konflik. Konflik-konflik ini muncul sebagai akibat dari Revolusi Industri yang menciptakan pergeseran sosial, berbagai macam pengetahuan dan teknologi baru membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Keadaan sosial masyarakat berubah, dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industrial. Kekuatan mesin menggantikan tenaga manusia yang sangat terbatas. Apa yang masyarakat lihat dan dengar berubah secara cepat. Barang-barang untuk keperluan hidup sehari-hari mulai banyak diproduksi oleh mesin dan secara massal. Meskipun demikian tidak semua masyarakat menerima dan menyukai barang-barang yang diproduksi oleh mesin, banyak yang masih menyukai hasil kerajinan tangan dengan seni tradisional. Barang-barang produksi mesin tidak seindah hasil kerajinan tangan meskipun harganya tidak mahal tapi tidak banyak peminatnya, sebaliknya barang-barang kerajinan tangan sangat tinggi mutunya, indah dan personal tapi mahal harganya. Revolusi Industri juga membawa perubahan pada Arsitektur. Selama berabad-abad arsitek hanya mengkonsentrasikan karyanya pada bangunan-bangunan ibadah, kastil, istana dan rumah para bangsawan. Setelah adanya Revolusi Industri diperlukan suatu tipologi bangunan yang berbeda dari abad sebelumnya, misalnya, pabrik, stasiun, bangunan perdagangan, bangunan perkantoran, perumahan dan lain lain. Seiring dengan meningkatnya jumlah produksi meningkat pula jumlah pabrik, agar distribusi menjadi lancar, dibuat jalan-jalan raya penghubung antarkota dan negara, diciptakan pula alat transportasi modern, misalnya mobil, kereta, kapal dan pesawat. Sehingga pada jaman itu muncul konsepsi-konsepsi baru tentang iklan, fotografi, produksi massal dan kecepatan/laju.

Perang Dunia I
Perang Dunia I yang berlangsung di Eropa pada tahun 1914-1918 menyebabkan kerugian jiwa dan materi yang besar. Setelah perang berakhir, masyarakat sibuk menata kembali lingkungannya, membangun kembali tempat tinggalnya dan mereka memerlukan berbagai macam peralatan rumah tangga, perhiasan, pakaian, keramik dan lain-lain, hal ini memberikan kesempatan kepada para seniman untuk bereksperimen dan memberikan semangat kepada mereka untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru. Barang-barang yang diperlukan masyarakat adalah yang modern dan fungsional. Art Nouveau suatu gerakan seni yang popular pada tahun 1894-1914 tidak lagi bisa bertahan lama karena hasil karya mereka kurang fungsional, penuh dekorasi dan harganya sangat mahal.

Usaha-usaha Mencari Solusi Permasalahan
Seni modern yang muncul pada awal abad ke 20 ini merefleksikan sensasi yang dialami pada waktu itu. Para seniman mencari pemecahan atas konflik yang timbul dengan menciptakan suatu gaya yang dapat merangkul selera semua lapisan masyarakat. Sekolah-sekolah seni dan pameran pameran seni adalah tempat yang dipakai oleh para seniman untuk bertukar pikiran dan menciptakan ide-ide baru. Pengenalan terhadap material baru seperti plastik, bakelit, kaca dan krom mengharuskan para seniman mencari cara dan gaya sehingga material tersebut dapat diolah dan diproduksi secara massal. Adapula yang meniru rancangan-rancangan lama yang disukai dan terbilang mewah karena berasal dari material yang langka dan biasanya dikerjakan oleh pengrajin, tujuan meniru tersebut agar hasil karya itu bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Pengertian bahwa dengan desain yang bagus dapat menaikkan omset penjualan sudah dikenal oleh para seniman dan pengusaha, hal ini membuat mereka berpikir bagaimana menghasilkan barang dengan desain yang bagus, artinya sesuai dengan selera pasar dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Usaha-usaha pencarian desain yang sesuai dengan selera masyarakat dapat dilihat dalam keragaman hasil rancangan para seniman tersebut.

Spektrum Art Deco, Sekilas Kapal Normandie
Pengaruh Art Deco meresap ke segala bidang, hal ini dapat dilihat pada karya kapal Normandie. Dengan adanya penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang perkapalan, transportasi laut pada saat itu maju dengan pesat, terbukti dengan selesai dirakitnya kapal layar Normandie pada tahun 1935, yang mempunyai panjang 313 M. Kapal layar Normandie yang pada saat itu adalah kapal terbesar dan tercepat dengan interiornya yang mewah merupakan lambang kebanggaan rakyat Perancis, karena data-data teknis yang dipunyai, kapal layar tersebut berhak memakai tanda “Blue Band” yaitu sebuah simbol yang melambangkan kapal layar tercepat di Atlantik utara. Dalam interior kapal layar Normandie banyak dijumpai karya-karya seniman Art Deco Perancis, seperti misalnya Perusahaan Daum (di kota Nancy), Sabino dan René Lalique yang merancang barang-barang dengan bahan dari kaca, mereka merancang cawan sampanye, pemanas ruangan, lampu di ruang makan sampai kolam kaca dengan air terjunnya. Perusahaan Jules Leleu, Ala-voine dan perusahaan interior Dominique merancang tata letak dan mebelnya. Christofle merancang semua barang-barang yang dibuat dari bahan dasar emas dan perak, Roger dan Gallet merancang parfum, Raymond Subes merancang barang-barang dari logam, Jean Puiforcat merancang peralatan makan, sedangkan hiasan-hiasan tambahan seperti patung, relief-relief dirancang oleh Léon Drivier, Pierre Poisson, Saupique, Pommier, Delamarre, Bouchard,
Baudry dan Dejean. Meskipun banyak ahli interior dan dekorator yang ikut berperan dalam penataan ruang dan dekorasinya, misalnya Leleu, Montagnac, Dominique, Follot, Simon, Laprade, Pascaud, Süe, Prou, Domin, hasilnya tidak bertabrakan satu sama lain karena semuanya sudah direncanakan dengan seksama. Oleh karena itu tidak berlebihan bila kapal layar Normandie dinamai dengan pameran berjalan, karena banyaknya seniman Art Deco yang ikut andil serta beragamnya barang-barang yang dirancang. Dari gambaran ini terlihat bahwa spektrum Art Deco mencapai berbagai macam bidang.

Para Seniman Art Deco
Telah kita ketahui bahwa Art Deco berkembang dengan baik pada tahun-tahun setelah terjadinya perang dunia pertama dan sebelum meletusnya perang dunia kedua. Tetapi dapat dikatakan bahwa Art Deco yang orisinal lahir pada awal tahun-tahun setelah berakhirnya perang dunia pertama, saat para seniman sedang bereksperimen mencari perspektif baru dengan menolak menggunakan ornamen yang identik dengan Art Nouveau, mereka seolah-olah ingin memutuskan diri dengan gaya Art Nouveau. Di samping menggunakan lagi ornamen-ornamen historis, mereka saling bertukar pikiran untuk berbagi inspirasi. Untuk menggabungkan kesemuanya itu, mereka menggunakan pendekatan eklektik. Para seniman dari berbagai media dengan cepat mengadopsi gaya yang spektakuler ini. Poster, perhiasan, mebel, keramik, patung, lukisan, pekerjaan dari metal bahkan pakaian ikut memeriahkan seni modern yang sedang populer pada saat itu.

Beberapa desainer sangat identik dengan Art Deco, misalnya Jaques-Emile Ruhlmann yang dikenal sebagai master Art Deco melalui karya mebelnya yang hampir selalu memakai material mahal. Desainer mebel lain misalnya Paul Follot, Pierre Chareau, Clement Rousseau, tim desain Süe et Mare (Louis Süe and André Mare), Eileen Gray serta Kem Weber. Rene Lalique dikenal dengan hiasan dari kaca dan desain perhiasannya, Susie Cooper dan Clarice Cliff terkenal dengan keramiknya, Jean Puiforcat dengan perak dan pekerjaan metalnya, Paul Poiret terkenal dengan motif tekstilnya, dan A.M Cassandre dikenal dengan poster-posternya.

Dari pakaian, perhiasan, poster sampai perabot dan peralatan rumah tangga, semua karya-karya ini memeriahkan dunia Art Deco, para seniman yang menghasilkannya berasal dari bermacam-macam latar belakang mencoba menghadirkan karya-karya yang dapat memenuhi kebutuhan manusia saat itu ditengah perubahan jaman. Partisipasi masyarakat luaslah yang membuat seni ini menjadi spektakuler.***

constructivism

March 16, 2008

Paham teori konstruktif itu mengacu pada hasil kerja Jean Peaget. Teoriny terbagi menjadi 2,yaitu : umur dan tingkatan. komponen yang dapat memprediksi apa yang bisa dimengerti dan tidak dapat dimengerti oleh anak kecil di usia yang berbeda – beda, dan mengembangkan teori kemampuan kognitif pada anak – anak.

Antara tahun 1930 dan 1940 konstruktifisme adalah sebagai acuan untuk seni arsitektur antara sekolahan di Amerika Serikat. Di teori ini murid lebih aktif dibandingkan dengan gurunya, guru hanya sebagai fasilitator atau pembimbing yang membimbing konstruksinya, sisanya muridnya harus menyelesaikan masalahnya sendiri. Dengan teori ini muncul 2 pembagian sekolah :konstruktif social dan konstruktif kognitif.

Konstruktifisme perrtama kali dibuat di Russia pada tahun 1913 oleh Vladimir Tatlin saat perjalanannya ke Paris menemukan hasil karya dari baroque dan Picasso. Saat Tatlin kembali ke Russia ia memulai memproduksi patung. Nama dari konstruktifisme tidak menggambarkan pergerakan yang nspesifik tapi membuat tren pada lukisan, patung, dan arsitektur dan seni terapan.

Seni Konstruktifisme mengacu pada optimistis, bukan mempresentasikan ulang konstruksi relief, patung, dan lukisan. Senimannya tidak percaya pada tekhnik abstrak, ia lebih memilih menggabungkan seni dengan kenyataan dan ide yang berwujud. Mereka ingin membuat ide baru saat puncak dari hasil seni tidak memikirkan disekitar seni asli tapi hanya hasil karya yang tidak ternilai, karena adanya krisis ekonomi saat itu.

Konstruktifisme adalah penemuan dari Russia yang tak sengaja menemukannya saat berkeliling benua. Senimannya biasanya sangat konsisten terhadap seniaman yang lebih muda mencoba untuk menggali ide – ide modern art pada system pengajarannnya. Teori dari konstruktifisme diusut dari supermatisme Russia, De Stjl dan Bauhaus yang berada di Jerman. Jerman merupakan situs yang paling konstruktif dalam beraktifitas diluar dari Uni Sofyet dari grup Bauhaus, seni yang berkembang dan sekolah desain yang mengacu pada pergerakan, sama seperti di Paris, London dan Amerika Serikat

Futurisme

March 16, 2008

futurism adalah kesenian yang berasal dari itali pada awal mula abad ke 20. Meskipun futurism dapat ditemukan pada awal abad ke 20, tahun 1907 tulisan sketsa tentang seni terbaru dalam musik oleh komposer dari Itali, Ferrucio Busoni terkadang mengklaim kalau futurism adalah titik awal permulaan.Futurism terbesar di itali dan rusia, meskipun juga di negara lainnya, seperti inggris sebagai contohnya.The Futurists menjelajah ke berbagai seni, meliputi melukis,pahatan,puisi,drama, musik, arsitektur dan terkadang gastronomi. Pujangga dari Itali Filippo Tommaso Marinetti adalah pertama di antara mereka yang menghasilkan penerapan tentang filosofi seni artistik dalam penerapannya tahun 1909, pertama dirilis di milan dan dipasarkan di koran Prancis, Le Figaro pada 20 februari.. Marinetti menyimpulkanhe prinsip yang utama dari Futurists, meliputi luapan hasrat akan ide dari masa yang lalu, terutama adat politik dan artistik. Dia dan yang lainnya juga mengungkapkan kecintaan akan kecepatan, teknologi dan kekejaman. Futurist diwakilkan oleh hasrat cinta akan masa lalu.Mobil, pesawat,kota industri semuanya legenda untuk Futurist karena itu mewakilkan kemenangan teknologi akan manusia diatas alam. Futurism merupakan aliran yang muncul di Itali tahun 1909 yang mendobrak faham kubisme yang dipandang statis dalam hal komposisi, garis, warna, serta ritmenya). Penganut aliran ini menganggap bahwa kesenian masa lalu telah mati. Futurisme adalah seni untuk masa datang, yang menguasai masa depan. Futurisme mengabdikan diri pada gerak dan memiliki semboyan “Keindahan dalam artinya yang baru adalah bila mobil meluncur bagaikan peluru”. Seekor anjing yang sedang berlari dilukiskan tidak hanya berkaki empat tetapi berkaki banyak.

Futurisme dari bahasa Perancis, futur atau bahasa Inggris, future yang keduanya berarti “masa depan” adalah:

1. sebuah ilmu yang mempelajari masa depan

2. aliran seni yang avant-garde, atau sebelum masanya, terutama pada tahun 1909 Masehi

3. pandangan yang lebih mementingkan masa depan.

An Example of Futurism Architecture, By Antonio Saint EliaAn Example of Futurism Architecture, By Antonio Saint Elia

art nouveau

March 12, 2008

ART NOUVEAU

art nouveau

Revolusi Industri di Inggris telah menyebabkan mekanisasi di dalam banyak hal. Barang-barang dibuat dengan sistem produksi massal dengan ketelitian tinggi. Sebagai dampaknya, keahlian tangan seorang seniman tidak lagi begitu dihargai karena telah digantikan kehalusan buatan mesin.

Sebagai jawabannya, seniman beralih ke bentuk-bentuk yang tidak mungkin dicapai oleh produksi massal (atau jika bisa, akan biaya pembuatannya menjadi sangat mahal). Lukisan, karya-karya seni rupa, dan kriya diarahkan kepada kurva-kurva halus yang kebanyakan terinspirasi dari keindahan garis-garis tumbuhan di alam. gaya itulah yang dikembangkan dan dinamakan aliran art nouveau yang gayanya sendiri menekankan pada penggunaan kurva-kurva yang menyerupai garis-garis tumbuhan.

De Stijl

March 10, 2008

De Stijl
De Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style sekitar tahun 1920an dan merupakan bidang seni. Konsep seni ini berkembang seiring terjadinya Perang Dunia 1 yang berlarut-larut. Komunitas seni De Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam dunia seni.

Pada dasarnya aliran De Stijl hanya bergerak dalam bidang dunia lukis saja. Sebab bagaimanapun juga konsep dari De Stijl adalah abstraks secara ideal baik dari komposisi warna dalam bentuk 2Dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak sekali di dalam bidang interior dan arsitekrur.

De Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi di dunia ini. hasil dari De Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.

Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl

Sumber:

Internet

SSRD 1&2

Wikipedia
Adityawan , Arief, Tinjauan Desain: Dari revolusi Industri Hingga Posmodern, FSRD UNTAR, 1999, 45-46.

Anggota Van Gogh Tinjauan Desain 1

March 10, 2008

van_gogh_noche_estrellada.jpg

Anggota Van Gogh Tinjauan Desain 1 adalah sebagai berikut:

1. Andre Tio 625060017ketua group ini smoga Tuhan beserta dia dan kita 🙂

2. Aryan Rock 625060092 n Roll all the Time…. yeaaaaaah…

3.Ryan 625060149 Silent as statue…;p

4.Calvin Kusuma 625060005 unpredictable 🙂

5.Indra 625060090 pendiam namun cinta otomotif terutama motor

6.David Yustinus 625060083 Orang yang kalem cieeee

7.Jane 625060107 Orang yang Go with the Flow… 😀

biodata meyusul setelah masing2 anggota mengupdatenya…. 😀

Best Regard…….